Sabtu, 14 Juli 2018

30 keping perak



“ 30 Keping Perak “
Oleh: Saul Ering


Opening……
( stand by : kursi herodes; lilin-lilin yang diatur melingkar mengelilingi kursi; 2 pilar )
(panggung gelap…..musik…..masuk seseorang dengan membawa lentera berputar mengelilingi kursi ……menuju ke lilin yg berada di tengah dan menyalakannya…….stand by 2 patung di panggung

( menuju lilin yang berikut dan menyalakannya….terus secara bergantian)

Pelayan
Detak detik kematiannya
Kematian  oleh pengkhianatan
Kematian oleh ambisi
Kematian oleh  keangkuhan dan kedengkian
Dia akan mati……….tanpa noda tanpa dosa……( keluar/music )

Patung 1
Mata tak lagi melihat……telinga tak lagi mendengar…..mulut tak lagi bicara….bahkan hati tak lagi merasakan

Patung 2
Mata telah dibutakan oleh ambisi dan kedengkian…….telinga telah ditutup oleh kebencian dan amarah…….mulut telah dipasung oleh kejayaan dan kehormatan……bahkan hati telah diremukkan dan dikuburkan bersama roh-roh kematian.

Patung 1
DIA telah tahu tapi DIA membiarkannya

Patung 2
Bukan salah DIA

Patung 1
DIA punya kuasa tapi DIA tak mampu bertindak

Patung 2
Bukan salah DIA

Patung 1
DIA punya cinta tapi DIA menjatuhkannya

Patung 2
Bukan salah DIA

Patung 1
Seandainya DIA tidak membiarkannya maka sang titisan khalik tak dikhianati
Patung 2
Pengkhianatan adalah jalan

Patung 1
Seandainya DIA bertindak maka sang titisan khalik tak di cerca dan dirajam

Patung 2
Tajamnya cacian dan kerasnya cambuk adalah jalan

Patung 1
Seandainya DIA mencintai maka sang titisan khalik tak jatuh dan terpaku

Patung 2
Lutut yang terkoyak dan tangan yang terpaku adalah jalan

Patung 1
Aku bukan Dia

Patung 2
DIA bukan aku

Patung 1 dan 2
Kita adalah kita dan DIA adalah DIA

(music…/sambil duduk menghadap belakang, herodes bergaya tersalib)

Herodes
33 tahun lamanya aku menanti-nantikan berita yang menggembirakan ini. Dan saat ini apa yang kucari, apa yang kuinginkan, dan apa yang kunantikan semuanya telah ada dalam genggamanku. Kau tak dapat lari dan bersembunyi dariku. Separuh detik lagi akan kudengar erangan suaramu yang pedih menyayat jiwa (tertawa dan berdiri di atas kursi).  Yesus…..Yesus……yesus…….ohhh Yesus, tubuhmu akan tertikam dan tetesan-tetesan darahmu mengalir…..mengalir……..dan kaupun akhirnya mati (tertawa/music).
(herodes turun menuju arah depan dan menepuk tangan tanda memanggil seseorang masuk)
(Pilatus masuk dan menghormati herodes)
(herodes mengarahkan tangan menyuruh Pilatus duduk)
(masuk pelayan membawa minuman dan mengatur kembali kursi herodes)

Herodes
Pilatus…..kau ternyata melakukan tugasmu dengan sempurna. Tak sia-sia aku memilih dan mengangkatmu menjadi wali negeri ini. Apa yang ingin kau dapatkan dariku sebagai hadiah atas kesempurnaan penyelesaian tugasmu itu?

Pilatus
Tuanku herodes yang mulia, terimakasih atas segala pujianmu itu. Tahukah engkau mulutku telah dipenuhi dengan kata-kata dusta padahal aku sendiri tidak melihat ada kesalahan pada orang yang bernama yesus itu.

Herodes
(tertawa) dusta….kau bilang kau telah berdusta? Aku tahu karena kau takut kehilangan kedudukan dan jabatanmu maka kaupun sadar untuk mau berdusta. Jangan kau berdusta Pilatus….

Pilatus
Aku sebenarnya takut dan ragu atas keputusanku menyerahkan yesus kepada orang banyak untuk disalibkan

Herodes
Separuh detik lagi dia akan mati. Tak perlu kau takut dan merasa bersalah atas apa yang telah kau lakukan itu.
Pilatus
Aku tidak bersalah atas darah orang itu.

Herodes
Itu kata mulutmu.…akuilah Pilatus....jangan kau bermain kata di depanku. Sebaiknya katakan saja apa yang kau inginkan aku berikan kepadamu..

(masuk pelayan)

Pelayan
Hormat yang mulia herodes…..mohon ampun hamba lancang masuk ke tempat ini. hamba hanya mau menyampaikan bahwa di luar ada orang yang mengaku bernama Yudas. Ia datang ke tempat ini atas undangan dari yang mulia Pilatus. Hamba mohon diri yang mulia herodes. (keluar)

Herodes
Saudara Pilatus apa benar kau yang menyuruh orang yng bernama Yudas itu datang kemari?

Pilatus
Yang mulia, memang benar aku yang menyuruh dia datang kemari.

Herodes
Siapa Yudas itu? begitu pentingkah dia bagi aku sehingga engkau menyuruh dia datang ke tempat ini?

(Pilatus mendekati herodes dan membisikkan sesuatu)
(herodes menganggukkan kepala dan pilatus keluar diikuti herodes…..)

Patung 1
Drama pengkhianatan telah dimulai.

Patung 2
Bahkan sampai pada lakon pembunuhan dan kematian

Patung 1
Masing-masing telah diberikan peran

Patung 2
Siapa berbalas siapa……apa berbalas apa…..

Patung 1
Benarkah ini sudah takdir digariskan harus terjadi

Patung 2
Haruskah yang benar disalahkan

Patung 1
Itulah drama kehidupan

Patung 2
Haruskah yang benar tertikam oleh tajamnya tombak para serdadu?

Patung 1
Tajamnya tombak adalah jalan

Patung 2
Haruskah yang benar dan suci mati tergantung di kayu itu?


Patung 1
Salib adalah jalan

Patung 2
Mata tak lagi melihat……telinga tak lagi mendengar…..mulut tak lagi bicara….bahkan hati tak lagi merasakan

Patung 1
Mata telah dibutakan oleh ambisi dan kedengkian…….telinga telah ditutup oleh kebencian dan amarah…….mulut telah dipasung oleh kejayaan dan kehormatan……bahkan hati telah diremukkan dan dikuburkan bersama roh-roh kematian.

Patung 2
Mari kita diam

Patung 1
Diam dalam seribu kata dan bahasa menanti jeritan dari Golgoota

(masuk herodes, Pilatus dan yudas……)

Herodes
Hari ini ternyata kita kedatangan seorang tamu yang sangat penting.
(herodes menatap ke arah yudas dan berputar mengelilinya. Kembali Pilatus membisikkan sesuatu kepada herodes)

Herodes
(menganggukkan kepala) Ternyata kau yang bernama Yudas itu? (sambil tepukan tangan) hebat….luar biasa. Kau telah melakukan pekerjaan yang sangat berarti bagiku. Dan orang sepertimu pantas mendapatkan pujian dan penghargaan. Sekiranya aku akan memberikan penghargaan kepadamu apa yang kau inginkan. Uang…..jabatan…..atau  wanita-wanita cantik untuk menemanimu bersenang-senang menikmati kepuasan hasrat lelakimu. Bagaimana Yudas? (insert iblis ke arah yudas)

Yudas
(hanya diam)

Pilatus
Yudas, yang mulia Herodes bertanya kepadamu. Jawablah

Yudas
(tetap diam)

Herodes
Baiklah. Jangan kau paksa dia Pilatus. Aku mengerti kenapa dia diam. (menuju ke satu obyek dan mengambil sesuatu) Bagaimana kalau aku berikan ini (memperlihatkan kantong berisi uang). Ini ambillah (melemparkan ke arah Yudas. Iblis segera ke arah kantong uang yang dilemparkan itu  )

Yudas
(sambil berjalan merungkuk mengambil kantong uang tersebut. Tetapi saat mengambil kantong itu tiba-tiba kaki herodes menginjak kantong tersebut)

Herodes
(tertawa) ternyata kau menginginkan uang ini. Ambillah (tertawa dan langsung beranjak dari tempat itu)

Yudas
(langsung mengambil uang itu dan mundur kembali dengan perlahan. Iblis tertawa dan menuju………)


Herodes
(menuju ke arah Pilatus dan membisikkan sesuatu kepada Pilatus)

Pilatus
(langsung ke luar dan beberapa saat kemudian masuk Pilatus bersama pelacur. Pilatus membisikkan sesuatu kepada herodes)

Herodes
Yudas, masih ada yang akan kuberikan kepadamu sebagai tanda terimakasihku atas pekerjaan kamu. (menunjuk ke arah pelacur) Ambil dan bawa dia untuk memuaskan hasrat lelakimu.

Pelacur
Tunggu….aku memang seorang pelacur. Aku bertahan hidup dari hasil pekerjaanku ini. Aku sesungguhnya tidak lagi memiliki harga diri dan kehormatan. Tetapi jangan berharap kalian dapat segampang saja menikmati tubuhku ini….

Pilatus
hei kau perempuan sundal, jangan kau berlagak suci. Sudah berapa kali kau serahkan tubuhmu kepada laki-laki yang menginginkanmu.Sudah berapa banyak uang yang kau dapatkan ketika kehormatanmu menjadi pelampiasan hasrat dan nafsu mereka. Yang mulia herodes tentunya tidak akan menjadikanmu sebagai gundiknya, tetapi kau akan diberikan kepada orang ini. Bagaimana yang mulia herodes?

Herodes
Ya….benar dan tepat apa yang dikatakan temanku Pilatus

Pelacur
Sekian tahun lamanya kujual kehormatanku dan sekian banyaknya kepingan uang yang aku kumpulkan hanya untuk mengejar sesuatu ambisi yang tak kunjung kudapat sampai saat ini. Tetapi sebaliknya yang kudapatkan hanyalah penghinaan dan penolakan atas diriku ini. Aku sadar bahwa sekarang ini aku telah menjadi sampah. Aku benar-benar kotor dan busuk. Tetapi dalam hatiku masih tersisa secuil keyakinan bahwa aku akan dipulihkan-Nya.

Iblis
(tertawa)….jangan banyak bermimpi dan berharap kau perempuan sundal. Permainan kata-katamu tidak akan membuat kau menjadi bersih lagi. Sampah adalah sampah. Dan sampah harus di buang, dibakar dan dihancurkan (tertawa)….kau jangan lagi berpura-pura untuk menolak tawaran si herodes. Jangan berpikir susah lagi. Satu kata saja kau ucapkan …ya….maka kepingan-kepingan uang herodes itu akan menjadi milikmu.

Herodes
Bagaimana nona cantik?

Pelacur
Sekalipun pedangmu menembus jantung ini, aku tidak akan menerima perintahmu itu.

Herodes
(mulai emosi)

Iblis
Hebat….hebat kau. Lihat …si herodes mulai memanas hatinya. Dengar…..dengar jantungnya mulai berdetak cepat memompa kepanasan darahnya. Hati-hati kau perempuan sundal….jangan sampai pedangnya teracung dan menembus jantungmu itu (tertawa).

Pilatus
Yang mulia herodes, rupanya si perempuan ini berlagak mahal dan berpura-pura menciptakan situasi ini. Bagaimana kalau perempuan ini kita salibkan bersama-sama dengan Yesus?

Pelacur
(terkejut ketika mendengar nama Yesus)…Yesus….Yesus…apa benar yang kalian maksudkan adalah Yesus yang disebut Mesias itu? Dan apakah dia akan disalibkan?

Pilatus
Ohhhhh…..rupanya kau juga mengenal orang yang bernama Yesus itu. …jangan jangan kau juga adalah salah satu dari murid-Nya yang telah berkhianat kepada Dia dan menjadi seorang pelacur (mendekati ke arah Yudas) atau……jangan-jangan kalian berdua sudah saling mengenal dan kau (menunjuk pada pelacur) berusaha menolak perintah yang mulia herodes.

Pelacur
Orang itu tidak aku kenal. Tapi aku pernah melihat dia berjalan bersama dengan orang yang bernama Yesus itu.

Yudas
Akupun tidak mengenal engkau dan kau bukanlah murid dari Sang Mesias itu, karena kau perempuan yang hidupnya penuh dengan perzinahan. Sang Mesias tidak memiliki murid sepertimu.

Pelacur
Benar…tubuhku sudah dikotori dengan keringat perzinahan tetapi semuanya telah terbayar oleh pengampunan kasih dari orang yang bernama Yesus itu. Aku tahu Dia adalah Mesias, Dia adalah Juruselamat. Dia yang telah menyelamatkan aku ketika aku dihakimi banyak orang.

Iblis
(mempengaruhi yudas) heiii…yudas, kau adalah murid dari Mesias itu dan dia hanyalah sampah. Jangan kau kalah dengan permainan kata-katanya. Lidahnya…..bibirnya….sangat manis berucap. Buat herodes mengacungkan pedangnya ke jantung perempuan itu.

Herodes
Sungguh di luar dugaan saya. Ternyata aku telah berada disekeliling orang-orang yang pernah merasakan hebatnya Yesus Sang Mesias itu. Kau yudas…si murid Yesus yang telah diberi kepercayaan mengambil pilihan untuk berkhianat kepada-Nya dengan menjual Dia kepada kayafas dan ahli-ahli taurat. Sedangkan kau (menunjuk pada pelacur) orang yang telah melakukan dosa tetapi masih mendapat pengasihan dan pengampunan dari orang yang kalian katakan Juruselamat itu.

Pelacur
(menatap ke arah yudas) kau benar-benar keterlaluan. Ternyata Yesus yang penuh dengan cinta kasih itu telah kau jual kepada orang-orang ini. Berapa yang kau dapatkan dari mereka atas pengkhianatanmu itu. Kau iblis yang berwajah manusia.

Iblis
Ohhwwwww….ohhwwwww…..ohhwwwww. Jangan kau menyebut namaku dengan sembarangan, karena namaku sangatlah mahal dan sexi….(tertawa). Tapi …untuk kali ini aku berikan dispensasi atas penyebutan namaku yang sexi bagi orang ini (menghampiri yudas), karena dia telah menyingkirkan orang yang menyebut diri-Nya Yesus sebagai musuhku nomor satu.  Benar kan pilatus.

Pilatus
Aku telah mendengar dari imam kayafas dan ahli-ahli taurat bahwa mereka telah memberi sejumlah uang kepada dia sebagai harga yang pantas untuk ia terima. Bahkan aku mendengar bahwa dari uang itu dia telah membeli sebidang tanah untuk menjadi harta kepunyaannya. Benarkan yudas.

Yudas
Jangan kau sebut-sebut lagi uang itu.




Pilatus
Mengapa…..mengapa yudas. Uang itu kan yang kau inginkan sehingga kau datang menemui imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat untuk menjual Yesus kepada mereka. Bahkan dengan sangat manis dan santun kau mencium Yesus sewaktu Dia berada di Taman Getsemani. Padahal ciumanmu itu penuh kejahatan.

Pelacur
Kau sepantasnya yang akan tergantung di salib itu.

Yudas
Tutup mulutmu itu perempuan sundal

Pelacur
Aku memang perempuan sundal dan aku telah menjual diriku dan kehormatanku sendiri, tetapi kau lebih sundal dan keji telah menjual orang yang tak berdosa kepada orang-orang ini hanya untuk mengejar kekayaan dan pujian. Ciumanmu seperti auman serigala yang berbulu domba penuh dengan kebusukan

Yudas
Bibirmu juga manis tetapi sangat menyengat kebusukannya

Iblis
(tertawa)…yaaa… wajahmu, bibirmu dan tubuhmu manis dan harum bagi mereka yang menikmati tubuhmu, tetapi sesungguhnya tubuhmu busuk seperti kotoran.

Yudas
Aku hanyalah manusia  yang sama sepertimu. Uang adalah segala-galanya bagimu demikian juga aku dan  segala sesuatu kuhalalkan sama sepertimu.

Herodes
Ya benar apa yang kau katakana itu yudas. Yang namanya uang pasti akan mengalahkan kebenaran. Yang namanya uang pasti akan membereskan segala sesuatu. Yang namanya uang pasti yang salah akan dibenarkan dan yang benar disalahkan.

Pilatus
Juga yang namanya uang pasti akan membuat kebahagiaan duniawi. Segala sesuatu yang kita inginkan akan terpenuhi kalau ada yang namanya uang. Manusia siapa di dunia ini yang tidak mau uang. Bahkan orang yang sudah matipun kalau diberikan uang pasti akan hidup lagi. Benarkan yang mulia herodes.

Herodes
Ya tepat seperti apa katamu.

Pelacur
Kalian benar-benar iblis…

Iblis
Eitsssssss….sudah aku katakan tadi, jangan menyebut namaku dengan sembarang. Tapi, okelah karena itu pantas juga untuk diberikan sebagai penghargaan kepada herodes dan Pilatus.

Pelacur
Orang-orang seperti kalian tidak pantas memimpin dan memerintah di negeri ini. Otak dan hati kalian telah diracuni dengan ketamakan kekuasaan dan kejahatan.

Pilatus
Ohhh…lancang benar mulutmu itu perempuan sundal. Tidakkah kau tahu siapa kami ini. Tidakkah kau tahu setajam apa pedang itu.

Yudas
Kalian ternyata telah membohongiku. Tidak pernah ada kata sepakat untuk membunuh Yesus.

Pilatus
(tertawa) hei..yudas, Dia yang telah kau jual dan  diserahkan kepadaku kuakui sesungguhnya tidaklah bersalah. Tetapi demi kehormatan dan kewibawaanku atas negeri ini maka aku harus menyalibkan Dia atas tuntutan orang banyak. Dimana akan kutaruh mukaku seandainya Dia yang bernama Yesus itu tidak aku hukum seperti yang dituntut banyak orang. Bagaimana yang mulia herodes?

Herodes
Ya…aku juga harus menjaga kewibawaanku dan kehormatanku, sekalipun aku  harus  memberi hukuman kepada orang yang  tidak melakukan kesalahan dan ingat, bukan aku yang menyalibkan Dia, tetapi kau yudas.

Iblis
Aku merasa kasihan kepada kalian. Hati nuraniku tergelitik oleh percakapan kalian. Katanya kalian diciptakan segambar dan serupa dengan Dia. Mana..mana….hati kalian tidak jauh berbeda dengan hati serigala. Kalian rapuh, kalian lemah.

Pelacur
Kalian semua yang pantas tergantung di salib-salib itu, bukan Dia yang bernama Yesus.

Pilatus
Sudah terlambat perkataan itu keluar dari mulutmu perempuan sundal. Kematian-Nya, tinggal menunggu beberapa jam lagi.

Pelacur
(mendekati yudas dan mengoyakkan pakain yudas) kau benar-benar serigala…kau yang pantas disalibkan, bukan Yesus.

Herodes
Kita jangan membuang-buang waktu lagi di tempat ini. Beberapa jam lagi kita akan menyaksikan kematian orang yang disebut sebagai Mesias dan Juruselamat itu.

Pelacur
Jangan mencuci tangan kalian atas darah orang yang tidak berdosa itu.
(herodes dan Pilatus keluar)

Pelacur
Dan uang darah 30 keping perak yang ada padamu biarlah membusuk dalam perutmu itu

Yudas
Tidakkkkkkk…………..(melemparkan uang 30 keping perak dan jatuh…..patung-patung jatuh)

Iblis
Yesus……yesus…….yesus……yesus…….yesus……yesus……



SELESAI……











Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renungan Hati

DIMANA CINTA

Opening... Lakon   1 Aku jalan yang tak berujung tanpa batas tanpa waktu Lakon 2 Aku adalah hatimu, aku adalah jiwamu, aku a...