“ 30 Keping Perak “
Oleh: Saul Ering
Opening……
( stand by : kursi
herodes; lilin-lilin yang diatur melingkar mengelilingi kursi; 2 pilar )
(panggung gelap…..musik…..masuk
seseorang dengan membawa lentera berputar mengelilingi kursi ……menuju ke lilin
yg berada di tengah dan menyalakannya…….stand by 2 patung di panggung
( menuju lilin yang
berikut dan menyalakannya….terus secara bergantian)
Pelayan
Detak detik kematiannya
Kematian oleh pengkhianatan
Kematian oleh ambisi
Kematian oleh keangkuhan dan kedengkian
Dia akan mati……….tanpa
noda tanpa dosa……( keluar/music )
Patung 1
Mata tak lagi
melihat……telinga tak lagi mendengar…..mulut tak lagi bicara….bahkan hati tak
lagi merasakan
Patung 2
Mata telah dibutakan oleh
ambisi dan kedengkian…….telinga telah ditutup oleh kebencian dan amarah…….mulut
telah dipasung oleh kejayaan dan kehormatan……bahkan hati telah diremukkan dan
dikuburkan bersama roh-roh kematian.
Patung 1
DIA telah tahu tapi DIA
membiarkannya
Patung 2
Bukan salah DIA
Patung 1
DIA punya kuasa tapi DIA
tak mampu bertindak
Patung 2
Bukan salah DIA
Patung 1
DIA punya cinta tapi DIA
menjatuhkannya
Patung 2
Bukan salah DIA
Patung 1
Seandainya DIA tidak
membiarkannya maka sang titisan khalik tak dikhianati
Patung 2
Pengkhianatan adalah jalan
Patung 1
Seandainya DIA bertindak
maka sang titisan khalik tak di cerca dan dirajam
Patung 2
Tajamnya cacian dan
kerasnya cambuk adalah jalan
Patung 1
Seandainya DIA mencintai
maka sang titisan khalik tak jatuh dan terpaku
Patung 2
Lutut yang terkoyak dan
tangan yang terpaku adalah jalan
Patung 1
Aku bukan Dia
Patung 2
DIA bukan aku
Patung 1 dan 2
Kita adalah kita dan DIA
adalah DIA
(music…/sambil duduk
menghadap belakang, herodes bergaya tersalib)
Herodes
33 tahun lamanya aku menanti-nantikan
berita yang menggembirakan ini. Dan saat ini apa yang kucari, apa yang
kuinginkan, dan apa yang kunantikan semuanya telah ada dalam genggamanku. Kau
tak dapat lari dan bersembunyi dariku. Separuh detik lagi akan kudengar erangan
suaramu yang pedih menyayat jiwa (tertawa
dan berdiri di atas kursi). Yesus…..Yesus……yesus…….ohhh Yesus, tubuhmu
akan tertikam dan tetesan-tetesan darahmu mengalir…..mengalir……..dan kaupun
akhirnya mati (tertawa/music).
(herodes turun menuju arah depan dan menepuk tangan tanda
memanggil seseorang masuk)
(Pilatus masuk dan menghormati herodes)
(herodes mengarahkan tangan menyuruh Pilatus duduk)
(masuk pelayan membawa minuman dan mengatur kembali kursi
herodes)
Herodes
Pilatus…..kau ternyata
melakukan tugasmu dengan sempurna. Tak sia-sia aku memilih dan mengangkatmu
menjadi wali negeri ini. Apa yang ingin kau dapatkan dariku sebagai hadiah atas
kesempurnaan penyelesaian tugasmu itu?
Pilatus
Tuanku herodes yang mulia,
terimakasih atas segala pujianmu itu. Tahukah engkau mulutku telah dipenuhi
dengan kata-kata dusta padahal aku sendiri tidak melihat ada kesalahan pada
orang yang bernama yesus itu.
Herodes
(tertawa) dusta….kau
bilang kau telah berdusta? Aku tahu karena kau takut kehilangan kedudukan dan
jabatanmu maka kaupun sadar untuk mau berdusta. Jangan kau berdusta Pilatus….
Pilatus
Aku sebenarnya takut dan
ragu atas keputusanku menyerahkan yesus kepada orang banyak untuk disalibkan
Herodes
Separuh detik lagi dia
akan mati. Tak perlu kau takut dan merasa bersalah atas apa yang telah kau
lakukan itu.
Pilatus
Aku tidak bersalah atas
darah orang itu.
Herodes
Itu kata mulutmu.…akuilah
Pilatus....jangan kau bermain kata di depanku. Sebaiknya katakan saja apa yang
kau inginkan aku berikan kepadamu..
(masuk pelayan)
Pelayan
Hormat yang mulia
herodes…..mohon ampun hamba lancang masuk ke tempat ini. hamba hanya mau
menyampaikan bahwa di luar ada orang yang mengaku bernama Yudas. Ia datang ke
tempat ini atas undangan dari yang mulia Pilatus. Hamba mohon diri yang mulia
herodes. (keluar)
Herodes
Saudara Pilatus apa benar
kau yang menyuruh orang yng bernama Yudas itu datang kemari?
Pilatus
Yang mulia, memang benar
aku yang menyuruh dia datang kemari.
Herodes
Siapa Yudas itu? begitu
pentingkah dia bagi aku sehingga engkau menyuruh dia datang ke tempat ini?
(Pilatus mendekati herodes dan membisikkan sesuatu)
(herodes menganggukkan kepala dan pilatus keluar diikuti
herodes…..)
Patung 1
Drama pengkhianatan telah
dimulai.
Patung 2
Bahkan sampai pada lakon
pembunuhan dan kematian
Patung 1
Masing-masing telah
diberikan peran
Patung 2
Siapa berbalas siapa……apa
berbalas apa…..
Patung 1
Benarkah ini sudah takdir
digariskan harus terjadi
Patung 2
Haruskah yang benar
disalahkan
Patung 1
Itulah drama kehidupan
Patung 2
Haruskah yang benar
tertikam oleh tajamnya tombak para serdadu?
Patung 1
Tajamnya tombak adalah
jalan
Patung 2
Haruskah yang benar dan
suci mati tergantung di kayu itu?
Patung 1
Salib adalah jalan
Patung 2
Mata tak lagi
melihat……telinga tak lagi mendengar…..mulut tak lagi bicara….bahkan hati tak
lagi merasakan
Patung 1
Mata telah dibutakan oleh
ambisi dan kedengkian…….telinga telah ditutup oleh kebencian dan amarah…….mulut
telah dipasung oleh kejayaan dan kehormatan……bahkan hati telah diremukkan dan
dikuburkan bersama roh-roh kematian.
Patung 2
Mari kita diam
Patung 1
Diam dalam seribu kata dan
bahasa menanti jeritan dari Golgoota
(masuk herodes, Pilatus dan yudas……)
Herodes
Hari ini ternyata kita
kedatangan seorang tamu yang sangat penting.
(herodes menatap ke arah yudas dan berputar mengelilinya.
Kembali Pilatus membisikkan sesuatu kepada herodes)
Herodes
(menganggukkan kepala)
Ternyata kau yang bernama Yudas itu? (sambil tepukan tangan) hebat….luar biasa.
Kau telah melakukan pekerjaan yang sangat berarti bagiku. Dan orang sepertimu
pantas mendapatkan pujian dan penghargaan. Sekiranya aku akan memberikan penghargaan
kepadamu apa yang kau inginkan. Uang…..jabatan…..atau wanita-wanita cantik untuk menemanimu
bersenang-senang menikmati kepuasan hasrat lelakimu. Bagaimana Yudas? (insert iblis ke arah yudas)
Yudas
(hanya diam)
Pilatus
Yudas, yang mulia Herodes
bertanya kepadamu. Jawablah
Yudas
(tetap diam)
Herodes
Baiklah. Jangan kau paksa
dia Pilatus. Aku mengerti kenapa dia diam. (menuju
ke satu obyek dan mengambil sesuatu) Bagaimana kalau aku berikan ini (memperlihatkan kantong berisi uang).
Ini ambillah (melemparkan ke arah Yudas.
Iblis segera ke arah kantong uang yang dilemparkan itu )
Yudas
(sambil berjalan merungkuk mengambil kantong uang tersebut.
Tetapi saat mengambil kantong itu tiba-tiba kaki herodes menginjak kantong
tersebut)
Herodes
(tertawa) ternyata
kau menginginkan uang ini. Ambillah (tertawa
dan langsung beranjak dari tempat itu)
Yudas
(langsung mengambil uang itu dan mundur kembali dengan perlahan.
Iblis tertawa dan menuju………)
Herodes
(menuju ke arah Pilatus dan membisikkan sesuatu kepada Pilatus)
Pilatus
(langsung ke luar dan beberapa saat kemudian masuk Pilatus
bersama pelacur. Pilatus membisikkan sesuatu kepada herodes)
Herodes
Yudas, masih ada yang akan
kuberikan kepadamu sebagai tanda terimakasihku atas pekerjaan kamu. (menunjuk ke arah pelacur) Ambil dan
bawa dia untuk memuaskan hasrat lelakimu.
Pelacur
Tunggu….aku memang seorang
pelacur. Aku bertahan hidup dari hasil pekerjaanku ini. Aku sesungguhnya tidak
lagi memiliki harga diri dan kehormatan. Tetapi jangan berharap kalian dapat
segampang saja menikmati tubuhku ini….
Pilatus
hei kau perempuan sundal,
jangan kau berlagak suci. Sudah berapa kali kau serahkan tubuhmu kepada
laki-laki yang menginginkanmu.Sudah berapa banyak uang yang kau dapatkan ketika
kehormatanmu menjadi pelampiasan hasrat dan nafsu mereka. Yang mulia herodes
tentunya tidak akan menjadikanmu sebagai gundiknya, tetapi kau akan diberikan
kepada orang ini. Bagaimana yang mulia herodes?
Herodes
Ya….benar dan tepat apa
yang dikatakan temanku Pilatus
Pelacur
Sekian tahun lamanya
kujual kehormatanku dan sekian banyaknya kepingan uang yang aku kumpulkan hanya
untuk mengejar sesuatu ambisi yang tak kunjung kudapat sampai saat ini. Tetapi
sebaliknya yang kudapatkan hanyalah penghinaan dan penolakan atas diriku ini. Aku
sadar bahwa sekarang ini aku telah menjadi sampah. Aku benar-benar kotor dan
busuk. Tetapi dalam hatiku masih tersisa secuil keyakinan bahwa aku akan
dipulihkan-Nya.
Iblis
(tertawa)….jangan
banyak bermimpi dan berharap kau perempuan sundal. Permainan kata-katamu tidak
akan membuat kau menjadi bersih lagi. Sampah adalah sampah. Dan sampah harus di
buang, dibakar dan dihancurkan (tertawa)….kau
jangan lagi berpura-pura untuk menolak tawaran si herodes. Jangan berpikir
susah lagi. Satu kata saja kau ucapkan …ya….maka kepingan-kepingan uang herodes
itu akan menjadi milikmu.
Herodes
Bagaimana nona cantik?
Pelacur
Sekalipun pedangmu
menembus jantung ini, aku tidak akan menerima perintahmu itu.
Herodes
(mulai emosi)
Iblis
Hebat….hebat kau. Lihat
…si herodes mulai memanas hatinya. Dengar…..dengar jantungnya mulai berdetak
cepat memompa kepanasan darahnya. Hati-hati kau perempuan sundal….jangan sampai
pedangnya teracung dan menembus jantungmu itu (tertawa).
Pilatus
Yang mulia herodes,
rupanya si perempuan ini berlagak mahal dan berpura-pura menciptakan situasi
ini. Bagaimana kalau perempuan ini kita salibkan bersama-sama dengan Yesus?
Pelacur
(terkejut ketika mendengar nama Yesus)…Yesus….Yesus…apa benar yang kalian maksudkan adalah Yesus yang
disebut Mesias itu? Dan apakah dia akan disalibkan?
Pilatus
Ohhhhh…..rupanya kau juga
mengenal orang yang bernama Yesus itu. …jangan jangan kau juga adalah salah
satu dari murid-Nya yang telah berkhianat kepada Dia dan menjadi seorang pelacur
(mendekati ke arah Yudas)
atau……jangan-jangan kalian berdua sudah saling mengenal dan kau (menunjuk pada pelacur) berusaha menolak
perintah yang mulia herodes.
Pelacur
Orang itu tidak aku kenal.
Tapi aku pernah melihat dia berjalan bersama dengan orang yang bernama Yesus
itu.
Yudas
Akupun tidak mengenal
engkau dan kau bukanlah murid dari Sang Mesias itu, karena kau perempuan yang
hidupnya penuh dengan perzinahan. Sang Mesias tidak memiliki murid sepertimu.
Pelacur
Benar…tubuhku sudah
dikotori dengan keringat perzinahan tetapi semuanya telah terbayar oleh
pengampunan kasih dari orang yang bernama Yesus itu. Aku tahu Dia adalah
Mesias, Dia adalah Juruselamat. Dia yang telah menyelamatkan aku ketika aku
dihakimi banyak orang.
Iblis
(mempengaruhi yudas) heiii…yudas, kau adalah murid dari Mesias itu dan dia hanyalah
sampah. Jangan kau kalah dengan permainan kata-katanya.
Lidahnya…..bibirnya….sangat manis berucap. Buat herodes mengacungkan pedangnya
ke jantung perempuan itu.
Herodes
Sungguh di luar dugaan
saya. Ternyata aku telah berada disekeliling orang-orang yang pernah merasakan
hebatnya Yesus Sang Mesias itu. Kau yudas…si murid Yesus yang telah diberi
kepercayaan mengambil pilihan untuk berkhianat kepada-Nya dengan menjual Dia
kepada kayafas dan ahli-ahli taurat. Sedangkan kau (menunjuk pada pelacur) orang yang telah melakukan dosa tetapi
masih mendapat pengasihan dan pengampunan dari orang yang kalian katakan
Juruselamat itu.
Pelacur
(menatap ke arah yudas) kau benar-benar keterlaluan. Ternyata Yesus yang penuh dengan
cinta kasih itu telah kau jual kepada orang-orang ini. Berapa yang kau dapatkan
dari mereka atas pengkhianatanmu itu. Kau iblis yang berwajah manusia.
Iblis
Ohhwwwww….ohhwwwww…..ohhwwwww.
Jangan kau menyebut namaku dengan sembarangan, karena namaku sangatlah mahal
dan sexi….(tertawa). Tapi …untuk kali
ini aku berikan dispensasi atas penyebutan namaku yang sexi bagi orang ini (menghampiri yudas), karena dia telah
menyingkirkan orang yang menyebut diri-Nya Yesus sebagai musuhku nomor
satu. Benar kan pilatus.
Pilatus
Aku telah mendengar dari
imam kayafas dan ahli-ahli taurat bahwa mereka telah memberi sejumlah uang
kepada dia sebagai harga yang pantas untuk ia terima. Bahkan aku mendengar
bahwa dari uang itu dia telah membeli sebidang tanah untuk menjadi harta
kepunyaannya. Benarkan yudas.
Yudas
Jangan kau sebut-sebut
lagi uang itu.
Pilatus
Mengapa…..mengapa yudas.
Uang itu kan yang kau inginkan sehingga kau datang menemui imam-imam kepala dan
ahli-ahli taurat untuk menjual Yesus kepada mereka. Bahkan dengan sangat manis
dan santun kau mencium Yesus sewaktu Dia berada di Taman Getsemani. Padahal
ciumanmu itu penuh kejahatan.
Pelacur
Kau sepantasnya yang akan
tergantung di salib itu.
Yudas
Tutup mulutmu itu
perempuan sundal
Pelacur
Aku memang perempuan
sundal dan aku telah menjual diriku dan kehormatanku sendiri, tetapi kau lebih
sundal dan keji telah menjual orang yang tak berdosa kepada orang-orang ini
hanya untuk mengejar kekayaan dan pujian. Ciumanmu seperti auman serigala yang
berbulu domba penuh dengan kebusukan
Yudas
Bibirmu juga manis tetapi
sangat menyengat kebusukannya
Iblis
(tertawa)…yaaa…
wajahmu, bibirmu dan tubuhmu manis dan harum bagi mereka yang menikmati
tubuhmu, tetapi sesungguhnya tubuhmu busuk seperti kotoran.
Yudas
Aku hanyalah manusia yang sama sepertimu. Uang adalah
segala-galanya bagimu demikian juga aku dan
segala sesuatu kuhalalkan sama sepertimu.
Herodes
Ya benar apa yang kau
katakana itu yudas. Yang namanya uang pasti akan mengalahkan kebenaran. Yang
namanya uang pasti akan membereskan segala sesuatu. Yang namanya uang pasti
yang salah akan dibenarkan dan yang benar disalahkan.
Pilatus
Juga yang namanya uang
pasti akan membuat kebahagiaan duniawi. Segala sesuatu yang kita inginkan akan
terpenuhi kalau ada yang namanya uang. Manusia siapa di dunia ini yang tidak
mau uang. Bahkan orang yang sudah matipun kalau diberikan uang pasti akan hidup
lagi. Benarkan yang mulia herodes.
Herodes
Ya tepat seperti apa
katamu.
Pelacur
Kalian benar-benar iblis…
Iblis
Eitsssssss….sudah aku
katakan tadi, jangan menyebut namaku dengan sembarang. Tapi, okelah karena itu
pantas juga untuk diberikan sebagai penghargaan kepada herodes dan Pilatus.
Pelacur
Orang-orang seperti kalian
tidak pantas memimpin dan memerintah di negeri ini. Otak dan hati kalian telah
diracuni dengan ketamakan kekuasaan dan kejahatan.
Pilatus
Ohhh…lancang benar mulutmu
itu perempuan sundal. Tidakkah kau tahu siapa kami ini. Tidakkah kau tahu
setajam apa pedang itu.
Yudas
Kalian ternyata telah
membohongiku. Tidak pernah ada kata sepakat untuk membunuh Yesus.
Pilatus
(tertawa)
hei..yudas, Dia yang telah kau jual dan
diserahkan kepadaku kuakui sesungguhnya tidaklah bersalah. Tetapi demi
kehormatan dan kewibawaanku atas negeri ini maka aku harus menyalibkan Dia atas
tuntutan orang banyak. Dimana akan kutaruh mukaku seandainya Dia yang bernama
Yesus itu tidak aku hukum seperti yang dituntut banyak orang. Bagaimana yang
mulia herodes?
Herodes
Ya…aku juga harus menjaga
kewibawaanku dan kehormatanku, sekalipun aku
harus memberi hukuman kepada
orang yang tidak melakukan kesalahan dan
ingat, bukan aku yang menyalibkan Dia, tetapi kau yudas.
Iblis
Aku merasa kasihan kepada
kalian. Hati nuraniku tergelitik oleh percakapan kalian. Katanya kalian diciptakan
segambar dan serupa dengan Dia. Mana..mana….hati kalian tidak jauh berbeda
dengan hati serigala. Kalian rapuh, kalian lemah.
Pelacur
Kalian semua yang pantas
tergantung di salib-salib itu, bukan Dia yang bernama Yesus.
Pilatus
Sudah terlambat perkataan
itu keluar dari mulutmu perempuan sundal. Kematian-Nya, tinggal menunggu
beberapa jam lagi.
Pelacur
(mendekati yudas dan mengoyakkan pakain yudas) kau benar-benar serigala…kau yang pantas disalibkan, bukan
Yesus.
Herodes
Kita jangan membuang-buang
waktu lagi di tempat ini. Beberapa jam lagi kita akan menyaksikan kematian
orang yang disebut sebagai Mesias dan Juruselamat itu.
Pelacur
Jangan mencuci tangan
kalian atas darah orang yang tidak berdosa itu.
(herodes dan Pilatus keluar)
Pelacur
Dan uang darah 30 keping
perak yang ada padamu biarlah membusuk dalam perutmu itu
Yudas
Tidakkkkkkk…………..(melemparkan uang 30 keping perak dan
jatuh…..patung-patung jatuh)
Iblis
Yesus……yesus…….yesus……yesus…….yesus……yesus……
SELESAI……
Tidak ada komentar:
Posting Komentar