Sabtu, 14 Juli 2018

Waktu

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.” (Pengkhotbah 3:1-15)



Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.

Seluruh kehidupan, termaksud aktivitas manusia, adalah bagian dari sebuah siklus yang sudah ditentukan. Walaupun manusia merindukan sesuatu yang lebih dari itu, ia tidak dapat berbuat apa-apa. Segala sesuatu dalam alam ini dan dalam kehidupan manusia berada dibawah satu rangkaian rencana.

Lahir<meninggal; Menanam<mencabut yang ditanam; Membunuh<menyembuhkan; Merombak<membangun Menangis<tertawa; Meratap<menari; Membuang batu<mengumpulkan batu; Memeluk<menahan diri dari memeluk ; Mencari> membiarkan rugi; Menyimpan< membuang; Merobek<menjahit; Berdiam diri< berbicara; Mengasihi< membenci; Perang<damai.

Sehebat atau sepintar apa pun manusia tidak dapat melawan atau menahan lajunya waktu. Apa pun yang terjadi, waktu akan terus berjalan tanpa mempedulikan sikap kita terhadapnya. Semua yang ada di dunia ini dan lamanya kita berada di dunia ini juga dibatasi oleh waktu. Jadi, "Untuk segala sesuatu ada masanya,". Dan selama kita masih hidup di dunia ini kita akan terus berpacu dengan waktu. Semakin seseorang sadar pentingnya waktu akan semakin cermat pula ia merencanakan hidupnya. Dengan kata lain, kesadaran seseorang terhadap waktu akan mempengaruhi tingkat produktivitasnya dan kesungguhannya dalam memanfaatkan waktu.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renungan Hati

DIMANA CINTA

Opening... Lakon   1 Aku jalan yang tak berujung tanpa batas tanpa waktu Lakon 2 Aku adalah hatimu, aku adalah jiwamu, aku a...