“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di
bawah langit ada waktunya.” (Pengkhotbah 3:1-15)
“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di
bawah langit ada waktunya.”
Seluruh kehidupan, termaksud aktivitas manusia, adalah
bagian dari sebuah siklus yang sudah ditentukan. Walaupun manusia merindukan
sesuatu yang lebih dari itu, ia tidak dapat berbuat apa-apa. Segala sesuatu
dalam alam ini dan dalam kehidupan manusia berada dibawah satu rangkaian
rencana.
Lahir<meninggal;
Menanam<mencabut yang ditanam; Membunuh<menyembuhkan;
Merombak<membangun Menangis<tertawa;
Meratap<menari; Membuang batu<mengumpulkan batu; Memeluk<menahan diri
dari memeluk ; Mencari> membiarkan rugi; Menyimpan< membuang; Merobek<menjahit; Berdiam diri< berbicara; Mengasihi< membenci; Perang<damai.
Sehebat
atau sepintar apa pun manusia tidak dapat melawan atau menahan lajunya waktu.
Apa pun yang terjadi, waktu akan terus berjalan tanpa mempedulikan sikap kita
terhadapnya. Semua yang ada di dunia ini dan lamanya kita berada di dunia ini
juga dibatasi oleh waktu. Jadi, "Untuk segala sesuatu ada
masanya,". Dan selama kita masih hidup di dunia ini kita akan terus
berpacu dengan waktu. Semakin seseorang sadar pentingnya waktu akan semakin
cermat pula ia merencanakan hidupnya. Dengan kata lain, kesadaran seseorang
terhadap waktu akan mempengaruhi tingkat produktivitasnya dan kesungguhannya
dalam memanfaatkan waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar